Jumat, 19 November 2010

10 FILM TERBAIK DI DALAM SEJARAH

1. Citizan Kane (1941).

Film terbaik no. 1 sepanjang masa versi “AFI 100” (American Film Institute), TIME, dan kritikus Roger Ebert.

2. Shawshank Redemption (1994).

Film no. 1 di IMDb dari 250 film terbesar (The Internet Movie Database). Salahsatu film terbaik pilihan Roger Ebert. Film paling inspiratif di dunia.

3. Seven Samurai (1954).

Film yang dikagumi Spielberg, George Lucas (Star Wars), dan Scorsese.

4. Schindler’s List (1993).

Pemenang 7 Oscar termasuk “Best Picture” dan “Best Director” (1993). Film terbaik Spielberg.

5. Godfather (1972).

Film terbaik sepanjang masa versi majalah ”Empire”. No.2 dalam ”AFI 100” setelah ”Citizen Kane”. No.2 dalam survei “IMDb 250”. Mendapat Oscar “Best Picture” dan “Best Actor” Marlon Brando, dan “Best Adapted Screenplay” Mario Puzo.

6. 2001 : Space Odyssey (1968).

Film sains-fiksi terbaik no. 1 AFI dan ”Online Film Critics Society”.

7. Star Wars : The Empire Strikes Back (1980).

Film terbaik dari seluruh seri Star Wars. 4 Bintang dari Roger Ebert.

8. Rocky (1976).

”Yo Adrian!!”. 10 Nominasi Oscar, dan memenangkan 3 termasuk ”Best Picture” dan ”Best Director”. Dibuat dengan biaya hanya US$ 1 Juta dan mendapat US$ 117 Juta.

9. The Lord Of The Rings : Fellowship of The Rings (2001).

Pemenang 4 Oscar 2002 termasuk ”Best Picture”. Film fantasi terbaik no.2 sepanjang masa versi AFI (no. 1 adalah Wizard of Oz, 1939). Salahsatu film tersukses secara finansial (US$ 870 juta di seluruh dunia) yang sekaligus banyak mendapat award.

10. Lawrence of Arabia (1962).

Pemenang 7 Piala Oscar. Karya besar David Lean yang dianggap “The Master” oleh Steven Spielberg.

10 hal paling menarik dari telur


Untuk mengenal lebih dekat sumber gizi yang murah ini, simak 12 fakta menarik tentang telur yang mungkin belum Anda ketahui.
1. Telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen. Bandingkan dengan daging ayam (80 persen) dan susu (75 persen).
2. Kulit telur terbuat dari kalsium karbonat yang juga merupakan bahan dasar utama beberapa jenis antacids. Sekitar 9-12 persen berat telur terdiri dari kulitnya. Kulit telur juga memiliki pori-pori sehingga oksigen bisa masuk dan karbon dioksida serta hawa lembab keluar.
3. Putih telur terbuat dari protein yang disebut albumen dan juga mengandung niasin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), klorin, magnesium, potasium, sodium dan sulfur. Putih telur ini mengandung 57 persen dari protein telur.
4. Warna kuning dari telur ditentukan oleh makanan ayam betina. Makin banyak padi-padian yang memiliki pigmen kuning dan oranye yang dimakan si ayam betina, makin kentallah warna kuning telurnya.
5. Warna telur juga bervariasi sesuai usia dan faktor lainnya. Menurut Egg Safety Center, Amerika, warna putih telur yang agak keruh justru menandakan bahwa telur itu segar. Warna putih yang jernih menandakan telur itu berasal dari ayam yang sudah tua. Hindari mengonsumsi telur yang warna putih agak merah muda atau berubah warna lain.
6. Terkadang ada sedikit darah dalam telur. Darah ini berasal dari pembuluh darah di kuning telur yang pecah. Namun, telur ini tetap aman dikonsumsi.
7. Ketika ditetaskan, suhu telur sekitar 40,5 derajat celsius. Semakin dingin, cairan di dalamnya akan mengendap dan terbentuk sel udara di antara dua lapisan telur.
8. Seekor ayam betina mampu bertelur 250-270 telur setiap tahunnya.
9. Sebagian besar rakyat Amerika lebih menyukai telur ayam yang berwarna putih. Di Indonesia, telur ayam kebanyakan berwarna coklat.
10. Dibandingkan dengan telur ayam, telur itik memiliki bau yang lebih amis dan kulitnya memiliki pori yang lebih besar sehingga lebih cocok dijadikan telur asin.

Kamis, 02 September 2010

Spoiler for 1

Dimistris Pistiolas, Athena, Yunani. Memiliki koleksi kamera film terbanyak di dunia, kamera ini milik pribadinya, Gan. C Dimitris ini memiliki 937 kamera model vintage dan juga punya proyektor.


Spoiler for 2

Orang Asal cina ini, Wang Guohua, sudah sejak tahun 2003 mengoleksi bungkus rokok, Gan. Dia nyimpen bungkus rokoknya di sebuah kamar di kota Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina. Koleksinya sekarang dah lebih dari 30.000 bungkus meliputi lebih dari 100 area produksi, dan lebih dari 10 Negara.


Spoiler for 3

Nah, Klo yang ini udah masuk rekor dunia Guines Record Book pada tahun 2010, edisi Gamers. Lisa Courtney mengoleksi Pernak-pernik yang berhubungan dengan Pokemon. Ga tanggung-tanggung, Gan. Dia punya 12.113 buah benda.


Spoiler for 4

Ini gambar di ambil di basement seorang kolektor, Ron Hood, yang berada di daerah Lewiston. Orang ini ngoleksi PEZ (wadah permen) ama merchandise. Dia saat ini baru memiliki 3000 PEZ, boleh dibilang masih sedikit.


Spoiler for 5

Seorang petani, Heinrich Kath, memperlihatkan beberapa koleksinya berupa cangkir-cangkir Beer, jumlahnya lebih dari 20.000, Gan. Dia tinggal di Cuxhaven, Jerman. Yang anehnya, orang ini ternyata tidak meminum beer tapi dia suka mengoleksi gelas beer(Mug) sejak tahun 1997.


Spoiler for 6

Valli Hammer, seorang kolektor bebek karet. Tak ada dari koleksinya yang persis sama. Memang bukan yang terbanyak di dunia sih, rekor dunianya diklaim oleh orang California. Tapi Valli saat ini sudah memiliki 2.469 bebek. Dia pun sama ingin menjadi rekor dunia


Spoiler for 7

Guinness Record Books sudah sangat mengenal orang ini, Pam Barker yang berasal dari Leeds. Dialah pemegang rekor kolektor item burung hantu dengan jumlah lebih dari 18.000


Spoiler for 8

Mary Ann Jual dari Cincinnati, memiliki 40.000 gulungan View-Master di koleksi pribadinya, dianggap sebagai kolektor dunia terbesar di Green Bay, Wisconsin.


Spoiler for 9

Bermula dari gantungan kunci yang dibeli di Vietnam (di mana ia menjabat sebagai penembak helikopter pada saat peperangan) 41 tahun yang lalu. Ron Tyler akhirnya menjadi kolektor barang ini di sepanjang kehidupannya.


Spoiler for 10

Sharon Bladgey mengoleksi 6.000 boneka santa claus. Sehingga butuh waktu 3 minggu untuk

Selasa, 10 Agustus 2010

halte terunik ..


MENCARI halte bus yang bersih dan nyaman bisa Anda lakukan di berbagai negara. Namun bagi Anda yang sedang berkeliling dunia, menemukan halte-halte bus terunik juga bukan menjadi hal yang sulit.

Berikut halte-halte bus terunik di dunia:

1. Swing Bus Stop, Inggris

Swing Bus Stop
Klik pada gambar untuk memperbesar

Tempat pemberhentian (halte) bus Swing di Kota London memiliki kreatifitas yang cukup tinggi dimana hampir setiap calon penumpang yang sedang menunggu kedatangan bus dapat bermain ayunan terlebih dahulu. Hanya ada satu ayunan saja yang tersedia di lokasi halte.

2. Sheffield Bus Stop, Inggris

Sheffield Bus Stop
Klik pada gambar untuk memperbesar


Keunikan halte bus ini terlihat pada bagian atapnya yang ditumbuhi dengan tanaman rumput hijau, sehingga menyerupai lapangan sepak bola yang berada di pinggir jalan raya di Kota Sheffield, Inggris.

3. Curitiba Bus Stop, Brasil

Curitiba Bus Stop
Klik pada gambar untuk memperbesar

Bagi Anda yang sedang berada di negara Brazil, cobalah beranjak ke Kota Curitiba. Di sana terdapat halte bus unik Curitiba yang berbentuk seperti tabung kaca dengan kelengkapan dua buah tangga kecil di masing-masing pintu.

Halte Curitiba ini dijadikan tempat pemberhentian khusus lima jenis bus yang berbeda.

4. Guarana Antarctica Bus Stop, Brazil

Guarana Antarctica Bus Stop
Klik pada gambar untuk memperbesar


Brazil dikenal sebagai gudangnya para pemain sepak bola terkenal. Oleh karena itu, di Kota Sao Paulo Brazil dibuat halte bus gawang sepak bola unik yang bernama Guarana Antartica Bus Stop. Mulai dari tiang hingga keranjang menyerupai gawang sepak bola yang asli.

5. Halte Bus Sekolah, Amerika

Halte Bus Sekolah
Klik pada gambar untuk memperbesar

Halte bus di Athena, Georgia Amerika ini dibuat dengan desain yang menyerupai sebuah bus sekolah. Di setiap bagian atap halte diberi lampu dan tulisan school bus agar terlihat oleh 3 unit bus sekolah tua yang biasa berhenti di situ. Namun sayangnya, halte bus sekolah ini hanya memiliki 3 kursi penumpang yang sangat minim.

6. Strawberry Bus Stop, Jepang

Strawberry Bus Stop
Klik pada gambar untuk memperbesar

Bukan disebut Jepang, jika tidak mengadopsi bangunan-bangunan unik seperti halte bus stroberi ini. Selain stroberi, Negara Sakura ini juga memiliki halte bus buah lainnya, seperti halte bus jeruk, melon dan labu.


7. Hammock Bus Stop, Kanada

Hammock Bus Stop
Klik pada gambar untuk memperbesar

Menunggu adalah hal yang paling membosankan, termasuk saat menunggu bus yang belum kunjung datang. Namun kebiasaan seperti itu mudah Anda atasi jika di setiap halte bus memiliki fasilitas menarik, seperti keranjang tidur (hammock) di Vancouver Kanada. Selain unik, Anda pun bisa tertidur pulas di lokasi halte.

Sumber : metrotvnews.com
inilah bisnis besar berawal dari gula sesendok ....
revolusi terapi rematik dari kang juhadi
kalau cuma pengen punya web aja mah ga usah bingung atuh...

Rabu, 28 Juli 2010

asal-usul paskibra ..

Kelahiran sebuah korps yang kelak (dengan bangga) menyebut dirinya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebenarnya terjadi secara tidak disengaja. Beberapa hari menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI yang pertama, Presiden Soekarno memberi tugas kepada salah satu ajudannya, Mayor M. Husein Mutahar, untuk mempersiapkan upacara peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1946, di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.
Mutahar, yang dikenal punya rasa kebangsaan sangat kental (ditandai dengan lagu-lagu ciptaannya seperti Hari Merdeka dan Syukur), segera memenuhi permintaan Bung Karno. Acara pun disusun satu persatu, mulai dari pembacaan naskah Proklamasi. Namun, tiba-tiba Mutahar teringat akan sesuatu. Menurut dia, rasa cinta Tanah Air, persatuan dan kesatuan bangsa wajib dilestarikan kepada generasi penerus. “Tapi, simbol-simbol apa yang bisa digunakan?”
Melalui materi yang akan dipakai pada upacara itu, Mutahar memilih pengibaran bendera (pusaka). Dalam benaknya, pengibaran lambang negara itu memang sebaiknya dilakukan oleh para pemuda Indonesia (seperti juga pada tahun 1945).

Dari pengalaman pertama tahun 1946 itu, Mutahar menganggap apa yang dilakukannya sudah tepat. Bung Karno pun tidak memprotes keputusan yang diambil Mutahar untuk menyerahkan tugas pengibaran bendera pusaka kepada para pemuda. Berturut-turut, pada tahun 1947 dan 1948, pengibaran bendera oleh lima pemuda asal berbagai daerah itu terus dilestarikan.
Pada akhir tahun 1948 Bung Karno serta beberapa Pemimpin sempat ditangkap Belanda dan diasingkan ke Parapat (Sumatera Utara), lalu dipindahkan ke Muntok (Bangka). Saat itu, bendera pusaka sempat diselamatkan oleh Husein Mutahar dari sitaan Belanda, bahkan dikirimkan ke Bangka dengan cara yang rumit dan sulit.
Tanggal 6 Juli 1949, Bung Karno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta kembali ke Yogyakarta dari Bangka dengan membawa serta bendera pusaka. Tanggal 17 Agustus 1949, bendera pusaka kembali dikibarkan di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.
Seusai penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan lndonesia pada 27 Desember 1949 di Den Haag (Konferensi Meja Bundar), Ibukota Republik Indonesia dikembalikan ke Jakarta. Pada 17 Agustus 1950, pengiabran bendera pusaka dilaksanakan di halaman Istana Merdeka Jakarta. Husein Mutahar tidak lagi terlibat, karena regu-regu pengibar bendera pusaka diatur oleh Rumah Tangga Kepresidenan RI. Pada kurun waktu tersebut, pada pengibar kebanyakan diambil dari unsur pelajar atau mahasiswa yang ada di Jakarta.
Meski hanya empat kali (1946-1949), pengibaran bendera pusaka di yogya oleh lima pemuda mewakili daerah yang digagas Husein Mutahar telah menjadi tonggak untuk menopang kelahiran Paskibraka. Dan, cita-cita Mutahar mengumpulkan pemuda dari seluruh Indonesia untuk mengibarkan bendera pusaka itu, kelak terwujud juga tahun 1968…

Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.
"Apa!" teriak sang Semut dengan terkejut, "tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?"
"Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan," keluh sang Belalang; "Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu."
Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.
"Membuat lagu katamu ya?" kata sang Semut, "Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, sekarang saatnya kamu menari!" Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memperdulikan sang Belalang lagi.
Ada saatnya untuk bekerja dan ada saatnya untuk bermain.

dwiky 9e

Selasa, 20 Juli 2010

Dibayar Mahal, Bella Saphira Berani Pakai Lingerie


 
INILAH.COM, Jakarta - Setelah Andi Soraya dan Tamara Blezynski yang berani tampil seksi, kini giliran Bella berani tampil seksi dengan memakai lingerie. Alasannya cuma satu: uang.

"Aku nggak memungkiri di film ini aku dibayar tinggi. Dan mungkin itu menjadi salah satu alasannya," terang Bella yang ditemui di acara premier film Arisan Brondong di Plasa FX, Sudirman, Jakarta, Senin (15/2).

Namun Bella menegaskan kalau ia mau tampil seksi bukan semata karena uang. Ia mau mengerima berbikini dan memakai lingerie karena sesuai setting film.

Bella memakai lingerie saat ia tampil di kamar tidur. Sedangkan saat berkini karena settingnya di kolam renang.

"Aku sempat nggak pede (percaya diri) karena sudah lama nggak nge-gym. Takut malah nggak enak dilihat," tutur mantan kekasih Adjie Massaid ini.

Lalu berapa bayaranmu Bella?
"Wah, kalau soal itu rahasia deh. Pokoknya lumayan gede,"

situ bagendit

Legenda dari Jawa Barat.

Pada jaman dahulu kala disebelah utara kota garut ada sebuah desa yang penduduknya kebanyakan adalah petani. Karena tanah di desa itu sangat subur dan tidak pernah kekurangan air, maka sawah-sawah mereka selalu menghasilkan padi yang berlimpah ruah. Namun meski begitu, para penduduk di desa itu tetap miskin kekurangan.

Hari masih sedikit gelap dan embun masih bergayut di dedaunan, namun para penduduk sudah bergegas menuju sawah mereka. Hari ini adalah hari panen. Mereka akan menuai padi yang sudah menguning dan menjualnya kepada seorang tengkulak bernama Nyai Endit.

Nyai Endit adalah orang terkaya di desa itu. Rumahnya mewah, lumbung padinya sangat luas karena harus cukup menampung padi yang dibelinya dari seluruh petani di desa itu. Ya! Seluruh petani. Dan bukan dengan sukarela para petani itu menjual hasil panennya kepada Nyai Endit.Mereka terpaksa menjual semua hasil panennya dengan harga murah kalau tidak ingin cari perkara dengan centeng-centeng suruhan nyai Endit. Lalu jika pasokan padi mereka habis, mereka harus membeli dari nyai Endit dengan harga yang melambung tinggi.

“Wah kapan ya nasib kita berubah?” ujar seorang petani kepada temannya. “Tidak tahan saya hidup seperti ini. Kenapa yah, Tuhan tidak menghukum si lintah darat itu?”
“Sssst, jangan kenceng-kenceng atuh, nanti ada yang denger!” sahut temannya. “Kita mah harus sabar! Nanti juga akan datang pembalasan yang setimpal bagi orang yang suka berbuat aniaya pada orang lain. Kan Tuhan mah tidak pernah tidur!”

Sementara iru Nyai Endit sedang memeriksa lumbung padinya.
“Barja!” kata nyai Endit. “Bagaimana? Apakah semua padi sudah dibeli?” kata nyai Endit.
“Beres Nyi!” jawab centeng bernama Barja. “Boleh diperiksa lumbungnya Nyi! Lumbungnya sudah penuh diisi padi, bahkan beberapa masih kita simpan di luar karena sudah tak muat lagi.”
“Ha ha ha ha…! Sebentar lagi mereka akan kehabisan beras dan akan membeli padiku. Aku akan semakin kaya!!! Bagus! Awasi terus para petani itu, jangan sampai mereka menjual hasil panennya ke tempat lain. Beri pelajaran bagi siapa saja yang membangkang!” kata Nyai Endit.

Benar saja, beberapa minggu kemudian para penduduk desa mulai kehabisan bahan makanan bahkan banyak yang sudah mulai menderita kelaparan. Sementara Nyai Endit selalu berpesta pora dengan makanan-makanan mewah di rumahnya.
“Aduh pak, persediaan beras kita sudah menipis. Sebentar lagi kita terpaksa harus membeli beras ke Nyai Endit. Kata tetangga sebelah harganya sekarang lima kali lipat disbanding saat kita jual dulu. Bagaimana nih pak? Padahal kita juga perlu membeli keperluan yang lain. Ya Tuhan, berilah kami keringanan atas beban yang kami pikul.”
Begitulah gerutuan para penduduk desa atas kesewenang-wenangan Nyai Endit.

Suatu siang yang panas, dari ujung desa nampak seorang nenek yang berjalan terbungkuk-bungkuk. Dia melewati pemukiman penduduk dengan tatapan penuh iba.
“Hmm, kasihan para penduduk ini. Mereka menderita hanya karena kelakuan seorang saja. Sepertinya hal ini harus segera diakhiri,” pikir si nenek.
Dia berjalan mendekati seorang penduduk yang sedang menumbuk padi.
“Nyi! Saya numpang tanya,” kata si nenek.
“Ya nek ada apa ya?” jawab Nyi Asih yang sedang menumbuk padi tersebut
“Dimanakah saya bisa menemukan orang yang paling kaya di desa ini?” tanya si nenek
“Oh, maksud nenek rumah Nyi Endit?” kata Nyi Asih. “Sudah dekat nek. Nenek tinggal lurus saja sampai ketemu pertigaan. Lalu nenek belok kiri. Nanti nenek akan lihat rumah yang sangat besar. Itulah rumahnya. Memang nenek ada perlu apa sama Nyi Endit?”
“Saya mau minta sedekah,” kata si nenek.
“Ah percuma saja nenek minta sama dia, ga bakalan dikasih. Kalau nenek lapar, nenek bisa makan di rumah saya, tapi seadanya,” kata Nyi Asih.
“Tidak perlu,” jawab si nenek. “Aku Cuma mau tahu reaksinya kalau ada pengemis yang minta sedekah. O ya, tolong kamu beritahu penduduk yang lain untuk siap-siap mengungsi. Karena sebentar lagi akan ada banjir besar.”
“Nenek bercanda ya?” kata Nyi Asih kaget. “Mana mungkin ada banjir di musim kemarau.”
“Aku tidak bercanda,” kata si nenek.”Aku adalah orang yang akan memberi pelajaran pada Nyi Endit. Maka dari itu segera mengungsilah, bawalah barang berharga milik kalian,” kata si nenek.
Setelah itu si nenek pergi meniggalkan Nyi Asih yang masih bengong.

Sementara itu Nyai Endit sedang menikmati hidangan yang berlimpah, demikian pula para centengnya. Si pengemis tiba di depan rumah Nyai Endit dan langsung dihadang oleh para centeng.
“Hei pengemis tua! Cepat pergi dari sini! Jangan sampai teras rumah ini kotor terinjak kakimu!” bentak centeng.
“Saya mau minta sedekah. Mungkin ada sisa makanan yang bisa saya makan. Sudah tiga hari saya tidak makan,” kata si nenek.
“Apa peduliku,” bentak centeng. “Emangnya aku bapakmu? Kalau mau makan ya beli jangan minta! Sana, cepat pergi sebelum saya seret!”
Tapi si nenek tidak bergeming di tempatnya. “Nyai Endit keluarlah! Aku mau minta sedekah. Nyai Endiiiit…!” teriak si nenek.
Centeng- centeng itu berusaha menyeret si nenek yang terus berteriak-teriak, tapi tidak berhasil.
“Siapa sih yang berteriak-teriak di luar,” ujar Nyai Endit. “Ganggu orang makan saja!”
“Hei…! Siapa kamu nenek tua? Kenapa berteriak-teriak di depan rumah orang?” bentak Nyai Endit.
“Saya Cuma mau minta sedikit makanan karena sudah tiga hari saya tidak makan,” kata nenek.
“Lah..ga makan kok minta sama aku? Tidak ada! Cepat pergi dari sini! Nanti banyak lalat nyium baumu,” kata Nyai Endit.
Si nenek bukannya pergi tapi malah menancapkan tongkatnya ke tanah lalu memandang Nyai Endit dengan penuh kemarahan.
“Hei Endit..! Selama ini Tuhan memberimu rijki berlimpah tapi kau tidak bersyukur. Kau kikir! Sementara penduduk desa kelaparan kau malah menghambur-hamburkan makanan” teriak si nenek berapi-api. “Aku datang kesini sebagai jawaban atas doa para penduduk yang sengsara karena ulahmu! Kini bersiaplah menerima hukumanmu.”
“Ha ha ha … Kau mau menghukumku? Tidak salah nih? Kamu tidak lihat centeng-centengku banyak! Sekali pukul saja, kau pasti mati,” kata Nyai Endit.
“Tidak perlu repot-repot mengusirku,” kata nenek. “Aku akan pergi dari sini jika kau bisa mencabut tongkatku dari tanah.”
“Dasar nenek gila. Apa susahnya nyabut tongkat. Tanpa tenaga pun aku bisa!” kata Nyai Endit sombong.

Lalu hup! Nyai Endit mencoba mencabut tongkat itu dengan satu tangan. Ternyata tongkat itu tidak bergeming. Dia coba dengan dua tangan. Hup hup! Masih tidak bergeming juga.
“Sialan!” kata Nyai Endit. “Centeng! Cabut tongkat itu! Awas kalau sampai tidak tercabut. Gaji kalian aku potong!”
Centeng-centeng itu mencoba mencabut tongkat si nenek, namun meski sudah ditarik oleh tiga orang, tongkat itu tetap tak bergeming.
“Ha ha ha… kalian tidak berhasil?” kata si nenek. “Ternyata tenaga kalian tidak seberapa. Lihat aku akan mencabut tongkat ini.”
Brut! Dengan sekali hentakan, tongkat itu sudah terangkat dari tanah. Byuuuuurrr!!!! Tiba-tiba dari bekas tancapan tongkat si nenek menyembur air yang sangat deras.
“Endit! Inilah hukuman buatmu! Air ini adalah air mata para penduduk yang sengsara karenamu. Kau dan seluruh hartamu akan tenggelam oleh air ini!”
Setelah berkata demikian si nenek tiba-tiba menghilang entah kemana. Tinggal Nyai Endit yang panik melihat air yang meluap dengan deras. Dia berusaha berlari menyelamatkan hartanya, namun air bah lebih cepat menenggelamkannya beserta hartanya.

Di desa itu kini terbentuk sebuah danau kecil yang indah. Orang menamakannya ‘Situ Bagendit’. Situ artinya danau dan Bagendit berasal dari kata Endit. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang kita bisa melihat lintah sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai Endit yang tidak berhasil kabur dari jebakan air bah.

(SELESAI)